Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku
Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku
Asal dari ibadah adalah menghinakan diri di hadapan yang disembah. Dan ibadah merupakan amalan yang disyariatkan oleh Allah. Definisi yang terbaik dari ibadah disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Kitab Al-Ubudiyah, “Ibadah adalah nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah dari perkataan dan perbuatan baik yang bersifat dhahir ataupun yang batin.”
Tanda bahwa sesuatu hal dicintai atau diridhai Allah :
- Diperintahkan
- Disebutkan pahalanya
- Anjuran untuk mengamalkannya
- Dikerjakan oleh Rasulullah dalam perkara ibadah, dll
Barang siapa yang beribadah kepada selain Allah berarti dia telah berbuat dhalim. Hal ini disebabkan karena Allah-lah Dzat yang telah menciptakannya, memberi rizki, dll tetapi dia malah memberikan ibadah kepada selain-Nya.
Di dalam ayat ini (Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku) ditujukan kepada kaum musyrikin jahiliyah dimana mereka telah meyakini bahwa Allah adalah Dzat yang telah menciptakan mereka (Tauhid Rububiyah), untuk beribadah kepada Allah semata (Tauhid Uluhiyah). Disebutkan dalam ayat yang lain bahwa apabila mereka ditanya siapakah yang telah mencipatakan langit dan bumi maka tentunya mereka akan menjawab dengan pasti bahwa Allah yang telah menciptakannya. Maka dari keyakinan penciptaan inilah, Allah mengarahkan mereka untuk menetapkan Tauhid Uluhiyah.
Pelajaran penting
Maka ketauhilah wahai orang-orang yang telah berkeyakinan bahwa Allah yang telah menciptakan kalian, bahwa Allah memerintahkan kalian untuk beribadah kepada-Nya saja.
Hal yang demikian juga terdapat di awal surat Al Baqarah, “Wahai sekalian manusia beribadahlah hanya kepada Allah yang telah menciptakan kalian dan orang orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa”
- Wahai sekalian manusia beribadahlah hanya kepada Allah = Tauhid Uluhiyah
- Yang telah menciptakan kalian dan orang orang sebelum kalian = Tauhid Rububiyah
“Dan sungguh-sungguh telah Kami utus pada setiap umat (kelompok dari manusia) seorang Rasul”
Penggunaan kata umat :
- Kelompok = Sekelompok dari manusia
- Imam = Sesungguhnya Ibrahim adalah ummah (Imam)
- Millah = Bermakna ajaran atau agama. Perkataan orang musyrikin diantaranya, “Sesungguhnya kami telah mendapati nenek moyang kami di atas suatu ummah (ajaran, syariat, agama)”
- Zaman = Terdapat dalam kisah Nabi Yusuf
Rasul adalah seorang laki-laki yang diberikan wahyu oleh Allah dan diutus kepada kaum yang menyelisihi apa yang telah dibawa oleh Rasul. Sedangkan nabi adalah laki-laki yang diberi wahyu oleh Allah dan diutus kepada kaum yang menyetujui dakwah mereka.
Semua Rasul mendapat perintah untuk pertama kali mengajak umatnya beribadah kepada Allah semata.
Beberapa hikmah di utusnya Rasul :
- Menegakkan hujjah kepada hamba sehingga di hari akhir mereka tidak dapat mengelak lagi dengan alasan tidak mengetahui agama.
- Sebagai rahmat untuk semesta alam, “Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan untuk menjadi rahmah bagi seluruh alam”.
Firman Allah, “Dan Rabbmu telah menetapkan (memerintahkan dan mewasiatkan) agar kalian tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah”
Terdapat dua pengertian Qadha :
- Qadha Kauni : Ketetapan yang telah ditetapkan oleh Allah dalam permasalahan takdir
- Qadha Syar’i : Ketetapan Allah dalam perkara yang disyariatkan, yang berarti Allah memerintahkan dan mewasiatkan
Pengertian wasiat dalam agama juga bermakna perintah. Contoh, “Aku (Rasulullah) wasiatkan (perintahkan) kalian untuk bertaqwa kepada Allah”
“Agar kalian tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah”
Rukun syahadat ada dua :
- Meniadakan : Meniadakan sesembahan yang berhak untuk disembah (ditunjukkan warna merah)
- Menetapkan : Menetapkan hanya Allah yang berhak untuk disembah (ditunjukkan warna biru)
Contoh ketika kita mengatakan,
“Zaid ada di kelas” = Kalimat ini belum menunjukkan bahwa hanya Zaid yang ada di kelas, masih ada kemungkinan orang lain ada di kelas juga.
“Tidak ada seorangpun di kelas” = Kalimat ini menyatakan tidak ada orang di dalam kelas.
Maka ketika dua kalimat di atas digabung, kalimat “Tidak ada seorangpun di dalam kelas kecuali Zaid” akan memiliki makna yang sempurna bahwa hanya Zaidlah satu-satunya orang yang ada di dalam kelas.
Hal yang demikian banyak terdapat dalam syariat
- Barang siapa yang mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah
- Agar kalian jangan beribadah kecuali hanya kepada Allah
- Dan sungguh telah kami utus rasul untuk setiap umat (agar menyeru) beribadahlah hanya kepada Allah dan jauhilah Thaghut
- Tidak ada sesembahan kecuali Allah
“Dan apabila telah sampai kepada usia tua salah satu atau kedua orang tua kalian, maka janganlah kalian mengucapkan kata uf kepada mereka dan janganlah membentak mereka, berucaplah kepada mereka dengan perkataan yang mulia, dan rendahkanlah kepada mereka sayap kerendahan, dan katakanlah “Ya Rabb, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyanyangi aku””
003. Bab Firman Allah Tidaklah Aku Ciptakan Jin dan Manusia ...2_080904 Qc-Ust Asykari.mp3 4.4M
|
About Al Ustadz Abu Karimah: Beliau adalah pemimpin dari Pondok Pesantren Ibnu Qoyim di Balikpapan. Beliau merupakan alumni dari Darul Hadits di Dammaj, Yaman tempat Asy Syaikh Muqbil mengajar. Sering diundang ke Jawa untuk mengisi kajian. |
Jangan ketinggalan juga:
- 10 Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba Baik Kepada Allah, Islam, atau Sesama Manusia Syarat sempurnanya Tauhid Firman Allah “Dan hendaklah kalian hanya beribadah...
- 10 Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba Baik Kepada Allah, Islam, atau Sesama Manusia bagian 2 Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara...
- Dua Kalimat Syahadat, Nabi Isa, Syurga, Neraka Dari sahabat Ubadah bin Shamit, telah bersabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam,...
- Bertakwa Kepada Allah Bekal Kebahagian Dunia dan Akhirat Penjelasan oleh Al Ustadz Askari Kalimat hamdalah dan puji syukur...
- Pembagian Tauhid – Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa Sifat Pada awalnya tauhid dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : Tauhid...
Saran Antum