Allah Mengharamkan Api Neraka Untuk Yang Mengucapkan Kalimat Syahadat Dengan Benar

Dari ‘Itban bin Malik, Rasulullah bersabda, “Maka sesungguhnya Allah mengharamkan terhadap api neraka bagi siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illa Allah (barang siapa yang mengucapkan dan membenarkannya) yang dia mengucapkannya semata-mata untuk mencari wajah Allah.” (HR. Bukhari Muslim)

Hadits ini menerangkan makna Islam yaitu agama yang mengikhlaskan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan kesyirikan.

Hadits ini menjelaskan keutamaan tauhid bagi siapa yang benar dalam mengerjakannya.

Pengucapan kalimat Laa ilaaha illa Allah tidak cukup semata dengan lisan, akan tetapi harus dibenarkan dengan hati dan mengamalkan persyaratan atau konsekuensi dari kalimat tersebut.

Kalimat Laa ilaaha illa Allah merupakan kunci syurga, dimana kunci memiliki gerigi agar dapat berfungsi dengan benar. Begitu juga kalimat Laa ilaaha illa Allah memiliki persyaratan agar dapat menyelamatkan seorang hamba dari Neraka. Seseorang dalam mengucapkannya harus ikhlas, jujur, yakin, menerima, tunduk, mengilmui, dan mencintainya. Tujuh hal ini merupakan syarat kalimat syahadat Laa ilaaha illa Allah.

Dari Abu Hurairah, “Ya Rasulullah, Siapa orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu di hari kiamat ?”. Jawab Rasulullah, “Aku telah menyangka bahwa tidak ada orang yang bertanya sebelummu kecuali engkau yang bertanya dengan pertanyaan ini, Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku di hari kiamat adalah mereka yang mengucapkan Laa ilaaha illa Allah ikhlas dari hatinya”

Maka bagi siapa yang mengucapkannya tidak ikhlas dari hatinya maka syahadat tersebut tertolak. Seperti ketika umat Islam memerangi Musailamah Al Kadzdzab (Nabi Palsu) yang mengaku sebagai nabi. Walaupun dia mengucapkan kalimat syahadat, akan tetapi pengakuannya sebagai Nabi membatalkan syarat-syarat kalimat syahadat.

[   ] 010. Keutamaan Kalimat_Laailaaha illallah_270904 Qc-Ust Asykari.zip  1.4M
[SND] 010. Keutamaan Kalimat_Laailaaha illallah_270904 Qc-Ust Asykari.mp3  1.4M
 

Download Kajian

Artikel yang berkaitan

Dua Kalimat Syahadat, Nabi Isa, Syurga, Neraka

Dari sahabat Ubadah bin Shamit, telah bersabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam, “Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang benar untuk disembah) selain Allah semata yang tidak ada tandingan bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan bahwa Isa … Lanjutkan membaca

Berat kalimat Laa ilaaha illa Allah melebihi 7 langit, 7 bumi, dan segala penghuninya pada timbangan di hari kiamat

Dari Abu Sa’id Al Khudry, dari Rasulullah bersabda, “Berkata Musa, Wahai Rabb-ku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang aku senantiasa menyebut-Mu dengannya, dan aku berdoa kepada-Mu dengan hal tersebut”, jawab Allah terhadap Musa, “Katakanlah wahai Musa, Laa ilaaha illa Allah”, kata Musa, … Lanjutkan membaca

Kitabut Tauhid 08 (Tidak Cukup Hanya Mengucapkan Laa Ilaaha Illallah Saja) Ust ‘Abdul Mu ‘thi mp3

Download File Kajian Kitabut Tauhid 08 (Tidak Cukup Hanya Mengucapkan Laa Ilaaha Illallah Saja) Ust ‘Abdul Mu ‘thi mp3 http://statics.ilmoe.com/kajian/users/atstsurayya/Kitabut-tauhid/Kitabut-Tauhid_08-%28Tidak-Cukup-Hanya-Mengucapkan-Laa-Ilaaha-Illallah-Saja%29—Ust-_%27Abdul-Mu_%27thi.mp3 Kitabut Tauhid (Tidak Cukup Hanya Mengucapkan Laa Ilaaha Illallah Saja) Ust ‘Abdul ‘thi mp3 Kitabut Tauhid (Tidak Cukup Hanya Mengucapkan … Lanjutkan membaca

Bab keutamaan tauhid dan apa-apa yang dihapus dari berbagai macam dosa

Bab keutamaan tauhid dan apa-apa yang dihapus dari berbagai macam dosa Tauhid yang dimaksud adalah tauhid uluhiyah. Bab keutamaan tauhid tidak berarti bahwa tauhid hanyalah merupakan perkara sunnah, yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mengapa. Akan tetapi … Lanjutkan membaca

10 Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba Baik Kepada Allah, Islam, atau Sesama Manusia

Syarat sempurnanya Tauhid Firman Allah “Dan hendaklah kalian hanya beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatupun” Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan dua syarat, yaitu : Meniadakan segala sesuatu sesembahan bahwa tidak ada … Lanjutkan membaca

Tentang Al Ustadz Abu Karimah Askari

Beliau adalah pemimpin dari Pondok Pesantren Ibnu Qoyim di Balikpapan. Beliau merupakan alumni dari Darul Hadits di Dammaj, Yaman tempat Asy Syaikh Muqbil mengajar. Sering diundang ke Jawa untuk mengisi kajian.
Tulisan ini dipublikasikan di Aqidah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>