Berat kalimat Laa ilaaha illa Allah melebihi 7 langit, 7 bumi, dan segala penghuninya pada timbangan di hari kiamat

Dari Abu Sa’id Al Khudry, dari Rasulullah bersabda, “Berkata , Wahai Rabb-ku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang aku senantiasa menyebut-Mu dengannya, dan aku berdoa kepada-Mu dengan hal tersebut”, jawab Allah terhadap , “Katakanlah wahai , Laa ilaaha illa Allah”, kata , “Wahai Rabb-ku, semua hamba-mu bisa mengucapkan kalimat ini”, jawab Allah, “Wahai , kalau sekiranya tujuh langit dan segala isinya (seluruh penghuninya) selain Aku (selain Allah) dan bumi yang tujuh, kalau semua itu diletakkan di satu dan kalimat Laa ilaaha illa Allah diletakkan di yang lainnya, maka yang berat adalah kalimat Laa ilaaha illa Allah.”

Imam Ibnu Hibban, Al Hakim, dan Al Haitsami menyebutkan bahwa terdapat kelemahan di dalam hadits ini. Al Arnauth melemahkan hadits dengan riwayat ini di dalam takhrij beliau terhadap kitab Syarhus Sunnah karya Imam Al Baghawi. Akan tetapi kisah cerita dalam hadits ini dikuatkan dengan hadits yang lainnya.

Abu Sa’id Al Khudry dan ayahnya merupakan sahabat Nabi Muhammad. Beliau dan Ibnu Umar pernah ditolak saat ingin mengikuti karena masih kecil dan belum mencapai usia baligh.

Penyebutan sifat berbicara bagi Allah

Dalam hadits di atas terdapat penyebutan salah satu yaitu sifat berbicara, Allah berbicara terhadap siapa dari hamba-Nya berdasar keinginan dan kehendak-Nya. Dalam ayat disebutkan bahwa Allah berbicara secara langsung terhadap dengan sebenar-benar pembicaraan.

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada dengan langsung. (An Nisa : 164)

Berdzikir dengan kalimat Laa ilaaha illa Allah

Dianjurkan seseorang untuk berdzikir dengan mengucapkan Laa ilaaha illa Allah secara penuh. Tidak dipotong-potong sebagian seperti amalan kaum sufi yang berdzikir secara berjamaah dengan menyebutkan kata Laa ilaaha illa Allah secara cepat, hingga menyingkat kalimat tersebut menjadi “illa Allah”, kemudian “Allah”, kemudian “hu”.

Nabi menginginkan sesuatu amalan khusus bagi beliau, karena kalimat Laa ilaaha illa Allah diucapkan semua umat Islam, sehingga tidak ada kekhususan bagi Nabi .

Allah ada di atas langit, ber-istiwa di atas Arsyi-Nya

Terdapat penyebutan bahwa Allah tidak termasuk penghuni langit. Allah tidak diliputi apapun dari ciptaan-Nya. Akan tetapi Allah ber-istiwa di atas Arsyi-Nya.

Keutamaan kalimat Laa ilaaha illa Allah

Dari Anas bin Malik, aku telah mendengar Rasulullah bersabda, Allah berfirman (hadits Qudsi), “Wahai sekalian anak cucu Adam (wahai manusia), kalau seandainya kalian mendatangi Aku dengan sepenuh bumi kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), kemudian kalian menemui Aku dalam keadaan kalian tidak menyekutukan-Ku di dalam beribadah kepada Aku sedikitpun, niscaya Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi juga”. (HR Tarmidzi hasan)

Ibnu Rajab Al Hanbali menjelaskan bahwa barang siapa yang datang bersama dan memiliki dosa dan kesalahan sepenuh bumi, maka Allah akan datang dengan ampunan sepenuh bumi juga jika sempurna seorang hamba, ikhlas hanya kepada Allah, menegakkan syarat-syarat ibadah dengan hati, lisan, dan amalan tubuh. Atau dengan hati dan lisan ketika dalam keadaan sakaratul maut, maka Allah akan memberikan ampunan bagi seluruh dosa yang telah lalu dan hamba tersebut akan diselamatkan dari . Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi dengan riwayat yang shahih karena banyak penguatnya.

Hadits diatas menunjukkan keutamaan orang yang bertauhid yang meninggal dalam keadaan mentauhidkan Allah.

[   ] 011. Penjelasan Hadits Abu Sa_'id Al Khudri_121004 Qc-Ust Asykari.zip 2.4M
[SND] 011. Penjelasan Hadits Abu Sa'id Al Khudri_121004 Qc-Ust Asykari.mp3 2.4M
Biografi ringkas: Al Ustadz Abu Karimah:
Beliau adalah pemimpin dari Pondok Pesantren Ibnu Qoyim di Balikpapan. Beliau merupakan alumni dari Darul Hadits di Dammaj, Yaman tempat Asy Syaikh Muqbil mengajar. Sering diundang ke Jawa untuk mengisi kajian.

Link di bawah ini menuju artikel yang sama

kalimat allahkalimat-kalimat allah dengan penjelasan nyapenghuni langitlaa ilaaha illa allahlangit tujuhKalimat-kalimat AllahISI TUJUH LANGIT TUJUH BUMIkisah penghuni langitkalimat-kalimat islamikesalahan kalimat bahasa jawalaa ilaaha illa allaahlaa allaaKEUTAMAAN RAMADHANkutbah jumat ustad al hakimkumpulan kultum sakaratul mautkisah langit dan penghuninyakultum berat di timbanganlangitlangit 7langit Allah ke 7

 

Download Kajian

Artikel yang berkaitan

Allah Mengharamkan Api Neraka Untuk Yang Mengucapkan Kalimat Syahadat Dengan Benar

Dari ‘Itban bin Malik, Rasulullah bersabda, “Maka sesungguhnya Allah mengharamkan terhadap api neraka bagi siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illa Allah (barang siapa yang mengucapkan dan membenarkannya) yang dia mengucapkannya semata-mata untuk mencari wajah Allah.” (HR. Bukhari Muslim) Hadits ini … Continue reading

Pertanyaan Pada Hari Kiamat

Berikut khutbah Jumat yang disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain, dapat linknya dari Thullabul Ilmiy Selamat mendengarkan. Semoga dengan rekaman kutbah jumat berikut ini dapat dijadikan contoh bagi umat Islam yang ingin memberikan materi khutbah jum’at. Dan bagi ikhwah yang ingin … Continue reading

Dua Kalimat Syahadat, Nabi Isa, Syurga, Neraka

Dari sahabat Ubadah bin Shamit, telah bersabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam, “Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang benar untuk disembah) selain Allah semata yang tidak ada tandingan bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan bahwa Isa … Continue reading

Mengingat Dahsyatnya Hari Kiamat – Surat Al Haqqah

Merupakan kelanjutan dari daurah beliau di Jakarta. Al Ustadz Dzulqarnain membawakan penjelasan dari Surat Al Haqqah agar kita ingat kembali dengan dahsyatnya hari kiamat. File berikut iLmoe kopi dari rekaman kajian yang di upload oleh Problema Muslim. Semoga bermanfaat. Berikut … Continue reading

Hak Allah Terhadap Hamba dan Hak Hamba Terhadap Allah

Dari sahabat Muadz bin Jabbal, aku membonceng di belakang Rasulullah di atas keledai, Rasulullah berkata, Ya Muadz, tahukah engkau apa haknya Allah terhadap hamba-Nya, dan apa haknya hamba terhadap Allah (tatkala hamba sudah menunaikan haknya Allah) ?, jawab Muadz, Wallahu … Continue reading

About Al Ustadz Abu Karimah Askari

Beliau adalah pemimpin dari Pondok Pesantren Ibnu Qoyim di Balikpapan. Beliau merupakan alumni dari Darul Hadits di Dammaj, Yaman tempat Asy Syaikh Muqbil mengajar. Sering diundang ke Jawa untuk mengisi kajian.
This entry was posted in Aqidah and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Berat kalimat Laa ilaaha illa Allah melebihi 7 langit, 7 bumi, dan segala penghuninya pada timbangan di hari kiamat

  1. Pingback: Berat kalimat Laa ilaaha illa Allah melebihi 7 langit, 7 bumi, dan segala penghuninya pada timbangan di hari kiamat | alkatafangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>