12 Memurnikan Tauhid Masuk Surga Tanpa Hisab

Posted on 23/04/2010 by Al Ustadz Abu Karimah Askari 1 Comment

Bab Barang Siapa Yang Memurnikan Tauhid

Maka Akan Masuk ke Surga Tanpa Hisab

Kabah - Memurnikan Tauhid

Kabah - Memurnikan Tauhid

Makna Memurnikan Tauhid

Makna memurnikan tauhid yaitu dengan meninggalkan hal-hal yang bertentangan dengannya, yaitu :

  • Meninggalkan kesyirikan baik syirik besar atau yang kecil.
  • Meninggalkan perbuatan bid’ah
  • Meninggalkan maksiat

Apabila seseorang terjatuh dalam salah satu perkara di atas maka dapat mengakibatkan dia keluar dari agama Islam (menjadi kafir) dan ada pula yang mengurangi tingkat keimanannya.

Tingkatan Dalam Memurnikan Tauhid

Dua tingkatan untuk memurnikan tauhid

  1. Wajib, dilakukan untuk memurnikan tauhid.
  2. Mustahab, disukai dilakukan untuk lebih memurnikan tauhid, agar seseorang dapat menyempurnakan tauhidnya kepada Allah.

Sikap zuhud adalah seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak mengapa apabila dikerjakan akan tetapi tetap ditinggalkan karena khawatir dapat menjadi masalah di akhirat.

Meneladani Nabi Ibrahim Dalam Bertauhid

Firman Allah, “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang ummah (imam) yang senantiasa patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Allah)” An Nahl : 120

Ummah memiliki empat makna :

  1. Segolongan manusia (thoifah)
  2. Imam
  3. Millah (agama)
  4. Zaman (waktu)

Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menafsirkan ayat di atas dengan makna bahwa kita tidak boleh merasa sempit hati bagi orang-orang yang menempuh jalan kebenaran ini karena jumlahnya sedikit.

Nabi Ibrahim walaupun sendirian tapi disebut Allah sebagai ummah. Sehingga jumlah pengikut yang banyak bukanlah merupakan suatu parameter kebenaran. Qonit bermakna beliau senantiasa di atas ketaatan kepada Allah. Hanif bermakna lurus dan tidak bengkok, kembali kepada Allah dan berpaling dari selain-Nya, condong kepada tauhid dan jauh dari kesyirikan. Nabi Ibrahim bukanlah termasuk orang musyrikin, tetapi beliau termasuk seseorang yang bertauhid. Hal ini membantah pengakuan Yahudi dan Nashrani yang mengaku Nabi Ibrahim termasuk agama mereka.

Firman Allah, “Nabi Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan Nashrani, akan tetapi beliau adalah seorang muslim yang condong kepada tauhid dan bukan termasuk orang yang syirik.”

Menjauh Dari Kesyirikan

Firman Allah, “Dan orang orang yang terhadap Rabb mereka tidak menyekutukan-Nya” Al Mu’minun : 59

Ayat ini disebutkan ketika Allah menyebutkan sifat-sifat orang yang beriman yang selalu jauh dari kesyirikan baik yang besar ataupun yang kecil.

Hadits Keutamaan Memurnikan Tauhid dan Balasan Masuk Surga Tanpa Hisab

Dari Hushain bin Abdur Rahman berkata, “Aku dahulu berada di dekat Sa’id bin Jubair” dan dia berkata,
Sa’id bin Jubair : “Siapakah kalian yang melihat bintang yang jatuh tadi malam ?”,
Husain bin Abdur Rahman : “Aku (melihatnya), saat itu aku sedang tidak shalat akan tetapi aku tersengat kalajengking (atau yang semisalnya)”,
Sa’id bin Jubair : “Maka apa yang kamu lakukan ?”,
Hushain bin Abdur Rahman : “Aku meruqyah diriku”,
Sa’id bin Jubair : “Apa alasanmu (dalil) ?”,
Hushain bin Abdur Rahman : “Aku mendengar hadits dari Asy Sya’bi yang telah memberitahukan kepadaku riwayat (hadits)”,
Sa’id bin Jubair : “Apa yang dia (Asy Sya’bi) riwayatkan kepadamu ?”
Hushain bin Abdur Rahman : “Telah meriwayatkan kepadaku dari Buraidah bin Al Hushaib (sahabat wanita), bahwa dia berkata,
Buraidah bin Al Hushaib : “Tidak ada (pengobatan) ruqyah kecuali seseorang terkena penyakit ‘ain atau huma”
Sa’id bin Jubair : “Telah baik orang yang mengamalkan dengan apa yang dia dengar (tahu dalilnya)”,
Akan tetapi telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Abbas (bermaksud menjelaskan kepada Hushain mengenai permasalahan ruqyah)
… bersambung insya’Allah

Pelajaran bermanfaat dari hadits

  • Hushain bin Abdur Rahman adalah seorang tabi’ut tabi’in. Termasuk seorang yang tsiqah, meninggal ketika berumur 93 tahun.
  • Sa’id bin Jubair adalah murid Abdullah bin Abbas. Termasuk ulama yang meninggal di tangan Hajaj bin Yusuf.
  • Buraidah bin Al Hushaib adalah seorang shahabat wanita.
  • “Saat itu aku sedang tidak shalat akan tetapi aku tersengat kalajengking”, menunjukkan kejujuran shahabat dalam berucap, berusaha menepis anggapan orang lain yang tidak dia kerjakan.
  • Penyakit ‘ain diakibatkan hasad atau rasa benci seseorang yang kemudian memberikan pujian terhadap seseorang dengan maksud iri tanpa mengucapkan masya’Allah, dsb.
  • Huma adalah penyakit yang diakibatkan karena tersengat kalajengking dan yang semisalnya.
  • “Telah baik orang yang mengamalkan dengan apa yang dia dengar”, pujian bagi orang yang mengetahui dalil dan berusaha mengamalkannya.
012. Bab Barang Siapa Yang Memurnikan Tauhid  Akan Masuk Surga_131004 Qc-Ust Asykari.mp3 (3.7MB) 012. Bab Barang Siapa Yang Memurnikan Tauhid Akan Masuk Surga_131004 Qc-Ust Asykari.mp3 3.7MB

Link di bawah ini menuju artikel yang sama

hadist tentang tauhidmemurnikan tauhidmasuk surga tanpa hisabhadist tentang surgatauhid tentang al hisaborang yang masuk surga tanpa hisabmsuk surg tanta hisabsurat al thaha ayat 63-70tanpa hisabmemurnikan taujidtauhid nabi ibrahimmemurnikan hatikumpulan kisah tentang orang yang bertauhid kepada allahkumpulan hadist tauhidarti masuk surgacontoh kultum tentang tauhidcontoh makalah tauhid tentang syurgadaliltentang sorgahadist memurnikan tauhidkajian islam tentang surga com

 

Download Kajian

Artikel yang berkaitan

013 70 Ribu Orang Yang Masuk Surga Tanpa Hisab 141004 Qc mp3

Download File Kajian 013 70 Ribu Orang Yang Masuk Surga Tanpa Hisab 141004 Qc mp3 http://statics.ilmoe.com/kajian/users/makassar/abushofiyyah/Al-Ustadz-Askary-Abu-Karimah/Kitab-Tauhid/013.-70-Ribu-Orang-Yang-Masuk-Surga-Tanpa-Hisab_141004-Qc.mp3 013 Ribu Orang Yang Masuk Surga Tanpa Hisab 141004 mp3 013 Ribu Orang Yang Masuk Surga Tanpa Hisab 141004 013 Ribu Orang Yang Masuk Surga Tanpa Hisab 141004 m

Bab keutamaan tauhid dan apa-apa yang dihapus dari berbagai macam dosa

Bab keutamaan tauhid dan apa-apa yang dihapus dari berbagai macam dosa Tauhid yang dimaksud adalah tauhid uluhiyah. Bab keutamaan tauhid tidak berarti bahwa tauhid hanyalah merupakan perkara sunnah, yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mengapa. Akan tetapi tauhid merupakan perkara yang wajib, barang siapa yang menyimpang atau keluar dari tauhid maka dia [...]

Hak Allah Terhadap Hamba dan Hak Hamba Terhadap Allah

Dari sahabat Muadz bin Jabbal, aku membonceng di belakang Rasulullah di atas keledai, Rasulullah berkata, Ya Muadz, tahukah engkau apa haknya Allah terhadap hamba-Nya, dan apa haknya hamba terhadap Allah (tatkala hamba sudah menunaikan haknya Allah) ?, jawab Muadz, Wallahu ta’ala a’lam. Jawab Rasullah, Hak Allah terhadap hamba-Nya (kewajiban hamba terhadap Allah) yaitu agar mereka [...]

Pembagian Tauhid – Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa Sifat

Pada awalnya tauhid dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : Tauhid Al Ma’rifat wal Itsbat (Pengenalan dan Penetapan) yang mengandung 2 tauhid yaitu Tauhid Rububiyah yaitu mengenal Allah melalui perbuatan-Nya. Tauhid Asma wa Sifat yaitu mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya. Tauhid Al Irodi Ath Tholabi yaitu tauhid yang diinginkan dan dituntut, disebut juga tauhid uluhiyah. [...]

Allah Mengharamkan Api Neraka Untuk Yang Mengucapkan Kalimat Syahadat Dengan Benar

Dari ‘Itban bin Malik, Rasulullah bersabda, “Maka sesungguhnya Allah mengharamkan terhadap api neraka bagi siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illa Allah (barang siapa yang mengucapkan dan membenarkannya) yang dia mengucapkannya semata-mata untuk mencari wajah Allah.” (HR. Bukhari Muslim) Hadits ini menerangkan makna Islam yaitu agama yang mengikhlaskan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan kesyirikan. Hadits [...]

One Comment

  1. El-Qolam
    644 hari ago

    Terima kasih atas artikelnya, semoga Allah membalas kebaikan anda

    Reply

Post a Comment

Your email is never published or shared. Required fields are marked *